News Update

GTPP Denpasar Rutin Pantau dan Bina Desa serta Pasar Rakyat

    DENPASAR, Kilasbali.com -Penyebaran Covid-19 saat ini terjadi pada kasus transmisi lokal, bahkan klaster terbanyak terjadi di pasar dan keluarga. Untuk mengantisipasi dan mencegah penularan semakin meluas Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Denpasar dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kota Denpasar gencar melakukan pemantauan dan pembinaan ke desa-desa dan Pasar Rakyat di Kota Denpasar.

    Kali ini pemantauan dan pembinaan dilakukan di Lingkungan Desa Ubung Kaja dan Pasar yang ada di wilayah tersebut. Hal ini disampaikan Kepala Dinas DPMD Kota Denpasar I.B Alit Wiradana saat ditemui Kamis (2/7/2020).

    Lebih lanjut mengatakan, pemantauan dan pembinaan yang dilakukannya bersama Satgas Desa dan Satgas Banjar adalah untuk mengantisipasi dan mencegah terjadinya penularan Covid-19. Mengingat saat ini penularan banyak terjadi pada transmisi lokal.

    Sehingga dalam pemantauan dan pembinaan ini, pihaknya memberikan imbauan kepada masyarakat Desa Ubung Kaja agar selalu menjaga kebersihan lingkungan dan selalu mengikuti protokol kesehatan yang telah ditentukan oleh pemerintah.

    Baca Juga:  DPRD Tabanan Tetapkan Rekomendasi LKPJ Bupati Tahun Anggaran 2023

    Yakni selalu menjaga kebersihan, menggunakan masker, menjaga jarak, rutin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, tidak keluar rumah jika tidak ada keperluan yang mendesak. Selain itu masyarakat juga harus menyediakan tempat cuci tangan di depan pintu masuk rumah.

    “Dengan demikian ketika pemilik rumah atau tamu yang baru datang bisa cuci tangan terlebih dahulu sebelum masuk rumah,” ungkap Alit Wiradana.

    Sedangkan untuk pemantauan dan pembinaan yang dilakukan di pasar pihaknya mewajibkan kepada pengelola pasar desa menyediakan tempat cuci tangan untuk pedagang maupun pengunjung.

    Baca Juga:  Mobil Bak Terguling dan Nyemplung ke Got di Jalur Denpasar-Gilimanuk

    Selain itu pengelola juga wajib mengukur suhu badan para pedagang dan pengunjung di pintu masuk pasar. Jika menemukan pengunjung yang suhu badannya melebihi batas normal agar tidak memberikan izin masuk pasar dan menyarankan pulang untuk istirahat di rumah dan periksa diri ke dokter.

    Tak hanya itu, pengelola pasar wajib mengingatkan pedagang dan pengunjung memakai masker, serta melakukan penyemprotan disinfektan setelah pasar tutup.

    Dalam kesempatan ini, Alit Wiradana juga mewajibkan kepada pedagang maupun pengunjung untuk mematuhi protokol kesehatan yang diberlakukan dan menjaga kebersihan.

    Demi menjaga keamanan dalam berjualan Alit Wiradana dalam pembinaan mewajibkan para pedagang untuk melengkapi diri dengan menggunakan masker, face shield atau pelindung wajah. Mengingat virus corona tidak bisa dideteksi secara kasat mata. Selain itu pedagang saat berjualan juga harus menjaga jarak.

    Alit Wiradana juga memberikan imbauan kepada pengelola pasar bagi yang tidak menggunakan masker agar tidak diizinkan masuk pasar.

    Baca Juga:  Penyineban Karya IBTK Tahun 2024, Pj Gubernur Bali Nuek Bagia Pula Kerti

    “Pengelola maupun pedagang ketika melihat pengunjung tidak menggunakan masker agar tidak melayaninya dan memberikan saran agar mereka balik, kita harus saling mengingatkan sehingga penularan bisa dihentikan,” tegasnya.

    Sampai saat ini pemantauan dan pembinaan yang dilakukan, Alit Wiradana mengaku belum menemukan pelanggaran yang signifikan, meskipun demikian pihaknya akan terus melakukan pemantuan di seluruh desa dan pasar desa yang ada di Kota Denpasar.

    Meskipun demikian dalam upaya pencegahan penyebaran covid-19 di pasar, Alit Wiradana mengharapkan setiap Pasar Desa ada fasilitas kesehatan, pos keamanan dan wajib ada satgas pencegahan penanganan covid-19. (sgt/kb)

    Back to top button

    Berita ini dilindungi