JembranaPeristiwa

Di Jembrana, Rumah KK Miskin Terbakar

    JEMBRANA, Kilasbali.com – Sudah jatuh tertimpa tangga. Hal itu dialami salah satu KK miskin di Banjar Peken, Lingkungan Ketapang, Kelurahan Lelateng, Kecamatan Negara, tepatnya di RT IX/Tempek III, Jalan Danau Ranau IIA Lelateng.

    Bantuan bedah rumah kabupaten milik Nengah Ardika (61) ini terbakar pada Kamis (9/7/2020) pagi, sekitar pukul 09.00 WITA.

    Bahkan, peristiwa itu hampir merenggut nyawanya. Pasalnya saat peristiwa itu, ia tinggal seorang diri di rumah dan dalam kondisi sakit.

    Sedangkan istrinya, Wayan Suliti (60) tengah berjualan sayur di Pasar Adat Lelateng.

    Begitupula tetangga sekitar, pemukiman padat penduduk tersebut dalam keadaan sepi lantaran warga sekitarnya sudah berangkat bekerja.

    Dari informasi yang dihimpun, saat itu Ardika yang terbaring di bale ampik rumah melihat kepulan asap dan kobaran api dari dalam salah satu kamar. Iapun berteriak minta pertolongan.

    Beruntung tetangga di depan rumahnya, Ni Komang Ayu Putri Candra (18) yang akan ke pasar mendengar teriakan pemilik rumah.

    Baca Juga:  Peletakan Batu Pertama Pembangunan GKPB Dalung, Giri Prasta: Berbagi dengan Semua Umat

    Iapun bergegas dan berusaha memapah korban keluar ke jalan, sembari berteriak minta pertolongan ke warga sekitar yang masih belum berangkat bekerja dan sejumlah remaja.

    Mendengar teriakan itu, beberapa warga berdatanagn dan berusaha untuk memadamkan api dengan alat seadanya.

    Sayangnya, usaha itu tak membuahkan hasil, terlebih beberapa bagian rumah terbuat dari bedeg.

    Akhirnya api baru berasil dipadamkan sekitar setengah jam setelah dilakukan pemadaman dengan menghabiskan satu tangki air. Namun seisi ruangan ludes dilalap sijago merah.

    Wayan Sulisti yang tiba di rumahnya setelah dijemput salah seorang tetangganya tampak syok.

    Baca Juga:  Komisi I Dorong Desa Dinas dan Adat Bersinergi Jaring Duktang

    Ia mengaku sebelum berangkat berjualan ke pasar dini hari sempat menyalakan racun nyamuk bakar dan menggunakan kertas sebagai alasnya.

    Diduga api menjalar dari alas kertas yang terbakar dan merembet ke barang-barang yang ada di sekelilingnya hingga membakar seisi kamar berukuran 2X3 meter tersebut.

    Total kerugian dari terbakarnya rumah yang dibangun tahun 2012 tersebut ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

    Pasca musibah ini, keluarga yang masuk dalam buku merah ini kini menempati satu kamar yang bersebelahan dengan kamar yang terbakar tersebut.

    Baca Juga:  Penyineban Karya IBTK Tahun 2024, Pj Gubernur Bali Nuek Bagia Pula Kerti

    “Saya berharap bisa mendapat bantuan karena barang-barang semuanya ada di kamar itu dan ludes” ungkapnya.

    Sementara itu Lurah Lelateng, I Made Santa Purwa mengatakan, Ardika yang dulunya bekerja sebagai tukang bangunan.

    Menurutnya, sudah setahun terakhir tidak bisa berjalan karena kakinya membengkak.

    Tambah dia, keluarga ini memang sudah masuk dalam penerima bantuan keluarga kurang mampu seperti Rastra.

    “Kami akan usulkan ke daerah agar bisa di bantu perbaikan rumahnya dan kebutuhan pokok. Dengan kondisi seperti sekarang ini, istrinya yang menjadi tulang punggung keluarga, dan kemungkinan sementara waktu tidak bisa berjualan,” tandasnya. (gus/kb)

    Back to top button

    Berita ini dilindungi