News Update

Pantai Berawa Ditata, Satpol PP Kerahkan Excavator Bongkar Warung

MANGUPURA, Kilasbali.com – Satu unit excavator tampak bergerak mondar-mandir di Pantai Berawa, Tibubeneng, Canggu, Kuta Utara, Badung, Rabu (18/5) siang. Sejurus kemudian, alat berat berwarna kuning itu mulai merobohkan satu per satu warung semi permanen di sempadan pantai ini.

Pemandangan itu sontak membuat wisatawan asing maupun domestik bertanya-tanya. Apalagi siang itu, tampak juga ratusan petugas Satpol PP Provinsi Bali dan Kabupaten Badung memenuhi lokasi ini. Tak sedikit wisatawan juga mengabadikan momen langka itu.

“Ada apa ini?” tanya seorang wisatawan asal Prancis. Saat dijelaskan bahwa pantai ini akan ditata dan terlihat indah, mereka pun mengerti dan segera bergegas pergi sembari mengucap terima kasih.

Kasatpol Provinsi Bali, Dewa Nyoman Rai Dharmadi dihubungi melalui sambungan telepon menyampaikan, penataan ini untuk mengadapi pertemuan G20, sehingga Pantai Berawa ditata agar terlihat lebih rapi, indah, dan bersih. Dari master plan Penataan Pantai Berawa, para pedagang yang ditata itu akan digantikan dengan deretan payung dan juga sunbed.

Para pedagang diberikan kurang lebih 51 slot untuk area berjualan, kemudian bakal dibuatkan jalan pedestrian, rehabilitasi jalan kendaraan, area toilet, dan juga shower untuk pemandian pengunjung.

Dia mengungkapkan, penataan Pantai Berawa ini diharapkan mampu menjadi contoh di pantai lainnya yang ada di Bali. Dengan penataan ini, pantai akan lebih bersih, jauh dari sampah yang berserakan, sehingga benar-benar bisa dinikmati wisatawan yang menikmati keindahan matahari terbenam di Pantai Berawa ini.

Baca Juga:  LSPR Institute Apresiasi Alumni Berprestasi

Selain itu, masyarakat setempat juga akan mendapatkan imbas dari meningkatkan kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara. “Penataan dengan payung yang dilengkapi sunbed ini akan lebih menarik minat wisatawan untuk datang,” jelasnya kala itu.

Di sisi lain, lanjut dia, para pedagang juga akan jauh lebih tertata, terkoordinir, sehingga sedap dipandang mata. Dia menambahkan, penataan di pantai ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah tidak sekadar hanya melakukan menggusur semata, tetapi juga memberikan solusi bagi para pedagang. Yakni diberikan slot untuk berjualan.

“Jika dilihat dari master plan, ini akan memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat. Karena diprediksi bakal menarik minat wisatawan untuk berkunjung. Dengan demikian maka akan ada pergerakan ekonomi yang muaranya nanti masyarakat di sana akan lebih meningkat perekonomiannya,” tandasnya.

Baca Juga:  Rakerprov FORKI Bali, Cok Ace Dorong Sinergitas Pengembangan Olahraga Karate di Bali
Master plan Penataan Pantai Berawa

Ditemui di lokasi, Kasatpol PP Kabupaten Badung, I Gusti Agung Ketut Suryanegara mengungkapkan, proses pembongkaran warung yang berada di sempadan pantai ini merupakan tahap akhir.

“Ini sudah melewati batas akhir dari kesepakatan yang dibuat. Yakni per 15 Mei 2020. Jadi kami membantu warga untuk melakukan pembongkaran,” jelasnya.

Menurutnya, yang ditertibkan itu sebanyak 30 warung. Dari jumlah itu, 24 diantaranya merupakan bangunan semi permanen, sedangkan sisanya warung bongkar pasang.

Baca Juga:  Putri Koster Setiap Hari Kunjungi PKB

“Rata-rata, pemilik warung membongkar dengan sukarela. Tapi karena ada pondasi dan juga bangunan permanen, maka kami bantu melakukan pembongkaran. Karena perlu alat dan juga tenaga yang cukup besar,” bebernya.

Suryanegara juga mengungkap, selain alasan bangunan permanen, pedagang tidak mampu membongkar karena tidak memiliki biaya. “Kita yang bantu bongkar,” imbuhnya.

Sementara itu, terkait keluhan pedagang yang meminta keadilan karena disinyalir terdapat dua usaha pariwisata juga melanggar sempadan pantai, Suryanegara menegaskan bahwa itu sedang berproses. “Yang dua ini, provinsi akan memulai proses ini. Baik itu perizinan dan juga sertifikatnya,” tandasnya. (jus/kb)

 

Berita Terkait

Back to top button