JembranaNews Update

Percepatan Penurunan Stunting Wujudkan ‘Jembrana Bahagia’

    JEMBRANA, Kilasbali.com – Percepatan penurunan stunting ini sejalan dengan visi misi ‘Mewujudkan Jembrana Bahagia dan Membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang Berkualitas dan Berdaya Saing’.

    “Mewujudkan ‘Jembrana Bahagia’, berawal dari keluarga yang sehat. Untuk itu, stunting ini harus diperhatikan,” kata Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna saat Rembug Stunting Tingkat Kabupaten Jembrana Tahun 2023, di Ruang Rapat Lantai II Jimbarwana, Selasa (16/5).

    Patriana Krisna yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Jembrana ini, mengatakan bahwa menjalankan program percepatan penurunan stunting tidak lepas dari sumber data yang akurat. Untuk itu, dia mengimbau untuk memaksimalkan penggunaan data yang akurat.

    Dikatakan, Pemkab Jembrana juga bakal menggandeng perbankan serta para pengusaha untuk bergerak mempercepat penurunan stunting melalui Program Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) yaitu pemberian bantuan makanan supaya gizi keluarga berisiko stunting terpenuhi.

    Baca Juga:  Debat dan IAPI Bali Award, Ini Harapan Sekda Bali

    “Intervensi pencegahan dan penurunan stunting membutuhkan kerjasama lintas program dan komitmen kuat sangat penting dalam percepatan penurunan stunting,” jelasnya.

    Dia menambahkan, berdasarkan Status Survei Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, prevalensi stunting di Jembrana turun menjadi sebesar 14.2 persen, dari sebelumnya 14.3 persen di tahun 2021.

    “Sebenarnya Kabupaten Jembrana telah mengalami penurunan namun penurunannya tidak significant, hanya 0.1 persen dan berdampak angka stunting tertinggi di Bali. Untuk itu  agar mengoptimalkan  sinergitas  dan konvergensi dari seluruh unsur untuk bersama-sama kerja keras menurunkan stunting dan mencapai target di 8.3 persen pada tahun 2023 ini,” pungkasnya.

    Baca Juga:  Pemkot Denpasar Peringkat Pertama Pengukuran Nasional IKK, Begini Penjelasan Sekda Ida Bagus Alit Wiradana

    Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Bali, dr Ni Luh Gede Sukardiasih mengapresiasi pelaksanaan rembug stunting di Kabupaten Jembrana. Dikatakan, pertemuan ini merupakan momentum untuk mencari dan menganalisis penyebab percepatan penurunan stunting, sehingga diharapkan dapat memperkuat komitmen seluruh unsur.

    Sukardiasih juga berharap, Pemkab Jembrana memaksimalkan dana BOKB serta mewujudkan Duta GenRe Desa dan Kampung Keluarga Berkualitas. “BKKBN sudah menyediakan dana BOKB, sehingga diharapkan untuk digunakan dengan maksimal juga diharapkan agar segera membentuk duta Genre Desa dan Kampung Keluarga Berkualitas sebagai miniatur pembangunan nasional di desa,” pungkasnya. (jus/kb)

     

    Back to top button