Ekonomi Bisnis

Workshop dan Konsultasi ‘Kemasan Terbaru, Tampil Mahal Tanpa Beban’

    DENPASAR, Kilasbali.com – Business & Export Development Organization (BEDO), yayasan nonprofit yang bergerak dalam bidang pengembangan bisnis berbasis peningkatan kapasitas dan knowledge sharing, bekerjasama dengan PT Samafitro, distributor mesin-mesin digital printing di Indonesia, menggelar workshop dan konsultasi bertemakan “Kemasan Terbaru, Tampil Mahal Tanpa Beban”.

    Acara tersebut digelar selama dua hari di dua lokasi berbeda dan dihadiri oleh lebih dari 100 peserta pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dengan berbagai jenis produk, mulai dari F&B, craft, fashion, home décor, healt care, dan bisnis usaha lainnya.

    Menghadirkan 3 kolaborator sekaligus narasumber yaitu, GM PT ePac Flexibles Indonesia Ijo Wira, Direktur KitaLabel Steve Bongso, dan Direktur PT Ortindo Yudha Bima.

    Pada hari pertama, Senin (4/9/2023), acara tersebut digelar di Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT), Jalan A Yani, Singaraja, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, yang dibuka oleh Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UMKM Kabupaten Buleleng Drs Dewa Made Sudiarta, MSi.

    Pada hari kedua, Selasa (5/9/2023), acara serupa juga diadakan di Dharma Negara Alaya (DNA) & Creative Hub Denpasar, yang dibuka oleh Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Kota Denpasar. Dr I Dewa Made Agung, SE, MSi.

    Usai membuka acara ini, Dewa Made Agung mengatakan, seiring dengan kemajuan dunia digital, termasuk media online tentu yang pertama kali dilihat konsumen adalah penampilan kemasan yang menarik dari suatu produk.

    “Ini yang sangat penting untuk diperhatikan oleh para pelaku UMKM, selain menjaga kualitas, rasa, bentuk, dan harga jual yang terjangkau masyarakat luas,” kata Dewa Made Agung, seraya menjelaskan, saat ini tercatat ada sekitar 39 ribu UMKM yang tersebar di wilayah Kota Denpasar, sekitar 40 persen di antaranya bergerak dibidang usaha F&B.

    Selain terjun langsung ke lapangan untuk memantau perkembangan UMKM, pihaknya juga rutin mengadakan pendidikan dan latihan (diklat), pendampingan, monitoring, evaluasi, dan sebagainya. Bahkan, agar “naik kelas”, para pelaku UMKM juga diberi kesempatan mengikuti pameran untuk menambah pengetahuan, wawasan, dan relasi bisnis, mengingat para pelaku UMKM umumnya lebih fokus terhadap produk daripada desain dan kemasan, padahal masalah kemasan itu sangat penting untuk meningkatkan penjualan.

    Board of BEDO, PIC for Fashion Cluster Dwi Iskandar menambahkan, dunia usaha saat ini semakin berkembang dan para customer umumnya menuntut sesuatu yang lebih dan baru, termasuk terkait penampilan kemasan yang semakin menarik dan keren.

    Sehingga melalui kegiatan yang melibatkan 3 kolaborator (ePac Flexible Packaging, KitaLabel, dan Ortindo) ini, pihaknya ingin membuka wawasan para pelaku UMKM tentang kemasan yang bagus untuk meningkatkan omzet penjualan dan memperluas jaringan pemasaran.

    “Setelah melihat kemasan yang bagus, biasanya customer akan tertarik dan selalu ingat terhadap produk yang dipasarkan tersebut. Penampilan kemasan ini merupakan bagian dari proses pemasaran yang mencirikan khas desain Bali,” ujar Dwi Iskandar, seraya berharap melalui kegiatan ini, kedepan semakin banyak pelaku UMKM yang peduli dengan kemasan yang bagus, menarik, dan keren.

    Sementara, Business Manager PT Samafitro Susy Kawilarang, selain membagikan “Tips dan Trik” juga berkomitmen untuk terus mengedukasi para pelaku UMKM tentang pentingnya memperhatikan kemasan guna meningkatkan penjualan.

    Pihaknya siap membantu untuk mengembangkan produk-produk UMKM unggulan di Bali, serta berencana menggelar acara serupa di beberapa kabupaten lainnya, agar para pelaku UMKM di Bali mendapatkan kesempatan yang sama. (Kb/djo)

    Back to top button