BulelengSosial

BKKBN Bali dan Komisi IX DPR RI ‘Turun Gunung’

Sasar Keluarga Berisiko Stunting di Desa Bukti, Kubutambahan, Buleleng

    BULELENG, Kilasbali.com – Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bali bersama anggota Komisi IX DPR-RI Dapil Bali, I Ketut Kariyasa Adnyana ‘turun gunung’, ke Desa Bukti, Kubutambahan, Buleleng, Rabu (26/7/2023).

    Sebanyak tujuh keluarga berisiko stunting turut hadir dalam kegiatan Perwakilan BKKBN Provinsi Bali dalam rangka Kampanye Percepatan Penurunan Stunting bekerja sama dengan mitra kerja anggota Komisi IX DPR-RI Dapil Bali, I Ketut Kariyasa Adnyana.

    Dalam kesempatan tersebut, Kariyasa Adnyana memberikan bantuan langsung kepada ketujuh keluarga berisiko stunting serta kepada masyarakat sebanyak 400 yang turut hadir sebagai peserta sosialisasi.

    “Kegiatan Sosialisasi stunting ini sangat penting dilakukan, walaupun secara nasional stunting sudah turun menjadi 21,6 persen dan Bali berada di 8 persen yang merupakan terendah se-Indonesia namun kita terus berupaya untuk menurunkan stunting dengan menyasar langsung memberikan sosialisasi dan bantuan kepada masyarakat khususnya keluarga berisiko stunting,” katanya.

    Baca Juga:  Pemprov Bali Cegah Ini Dunia Maya

    Dijelaskan, hasil penelitian mengungkapkan bahwa salah satu penyebab stunting adalah pernikahan di bawah umur sehingga ini diharapkan bisa menjadi perhatian yang serius. “Perencanaan menjadi hal yang sangat penting apalagi menyangkut pernikahan yaitu bagi wanita di usia minimal 21 dan laki-laki di usia minimal 25,” ujarnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr Sucipto yang hadir mewakili PJ Bupati Buleleng mengungkapkan, berdasarkan data Dinkes Kabupaten Buleleng, angka kasus stunting di wilayah Kabupaten Buleleng berdasarkan SSGI mencapai 11 persen sedangkan menurut eppGBM 4,11 persen.

    “Memang angka ini masih di bawah target angka nasional (14 persen) namun masalah stunting adalah masalah tumbuh kembang anak yang penyebab masalahnya sangat kompleks yang berhubungan dengan meningkatnya resiko kesakitan, kematian. Dan hambatan pada pertumbuhan baik motoric maupun mental,” jelasnya.

    Baca Juga:  Gruduk Kantoran, Tim DLH Temukan Sampah 'Satu Lobang Rame-rame'

    Untuk itu, kata dia, pencegahan stunting yang menyasar berbagai penyebab langsung dan tidak langsung memerlukan kerja sama dan koordinasi lintas sektor di seluruh tingkatan pemerintah, swasta dan dunia usaha serta masyarakat.

    “Saya tentunya berterima kasih kepada BKKBN Bali dan Komisi IX DPR-RI karena telah bersinergi untuk turun langsung ke masyarakat memberikan sosialisasi sebagai preventif dalam percepatan penurunan stunting dan juga sekaligus memberikan bantuan kepada masyarakat,” ungkapnya.

    Kepala Perwakilan BKKBN Bali, Sarles Brabar menyampaikan, tujuan kampanye sosialisasi untuk mempercepat penurunan stunting sesuai Perpres No. 72/2021, sehingga menghasilkan negara yang memiliki sumber daya manusia berkualitas, menyambut Indonesia Emas 2045 atau kado 100 tahun Kemerdekaan RI.

    Baca Juga:  TP PKK Bali Berbagi Kasih dengan Warga Tuna Wicara di Desa Bengkala

    “Diharapkan melalui kegiatan ini kita tetap bersinergi dimulai dari tingkat desa hingga tingkat provinsi untuk selalu berkomitmen menurunkan stunting, sehingga kita mencapai target bahkan bisa menghasilkan ‘zero’ stunting,” harap Sarles Brabar. (dian/bkkbn/kb)

    Back to top button