Hindari Klaster Upacara Agama, PHDI Minta Yadnya Kedepankan Protokol Kesehatan

Denpasar Seni Budaya
Ketua PHDI Bali Prof. I Gusti Ngurah Sudiana

DENPASAR, Kilasbali.com – Umat Hindu yang melaksanakan upacara Panca Yadnya di masa pandemi covid-19 ini, harus mengikuti protokol kesehatan dengan tertib, tidak boleh sedikit pun melakukan pelanggaran karena bisa berdampak pada peningkatan kasus positif.

Hal tersebut diungkapkan Ketua PHDI Bali Prof. I Gusti Ngurah Sudiana, saat ditemui di Denpasar, Minggu (13/9/2020).

Lebih lanjut Prof. Sudiana mengatakan, bagi umat yang melaksanakan piodalan harus rembug dahulu dengan pengempon pura.

Baca Juga:  Volume Sampah di Denpasar Stabil

“Kalau dulu 3 hari, mohon kepada pengempon untuk selesai dalam 1 hari. Lalu tetap dilakukan protokol kesehatan dengan pengukuran suhu tuhuh, jaga jarak, sedia hand sanitizer, sehingga betul-betul tidak melanggar apa yang menjadi imbauan dari pemerintah dalam hal ini Gugus Tugas,” ucap Prof. Sudiana.

Ketua PHDI Bali ini juga mengatakan, untuk segala aci-aci agar berjalan dengan baik, sehingga tidak terjadi penularan dari klaster upacara keagamaan.

“Oleh karena itu kita harapkan umat Hindu disiplin dalam mengikuti protokol kesehatan dalam melaksanakan upacara agama,” terangnya.

Baca Juga:  Astungkara, Pasien Sembuh di Denpasar 46 Orang

Sementara itu, dalam melaksanakan persembahyangan saat hari raya Galungan dan Kuningan, Prof. Sudiana menjelaskan, persembahyangan tetap berjalan dengan biasa namun tetap menjalankan protokol kesehatan.

“Tirta pemangku dan sebagainya tetap mengikuti protokol kesehatan,” pungkasnya. (sgt/kb)