Pura Bendesa Manik Mas Kesian Dibobol Maling

Gianyar Peristiwa
Foto: Petugas kepolisian melakukan olah TKP di Pura Bendesa Manik Mas Batan Tingkih Kesian, Desa Lebih.

GIANYAR, Kilasbali.com – Kasus pembobolan pura rupanya masih terus berlanjut di wilayah Gianyar. Kali ini yang kebobolan adalah Pura Bendesa Manik Mas Batan Tingkih Kesian, Desa Lebih.

Dalam pencurian ini, pretima pura dan benda sakral lainnya senilai Rp 75 juta digondol pelaku yang tidak diketahui identitasnya.

Dari keterangan yang dihimpun pada Selasa (12/1/2021), pencurian benda sakral ini pertama kali diketahui oleh Pemangku pura, Jero Mangku Gede Patika (69).

Baca Juga:  Duel di Jalan, 2 Pemuda Diciduk Pecalang di Sanur

Senin (11/1/2021) sekitar Pukul 08.00 WITA, Jero Mangku hendak bersih-bersih mempersiapkan upacara rutin.

Hingga di depan Gedong Penyimpenan tempat Pretima Pura, didapati pintu sudah terbuka. Setelah diperiksa isinya sudah acak-acakan.

Mendapati pura telah dibobol maling, Jero Mangku lantas memberitahukan Kelian Pemaksan Pura, I Nyoman Ngurah Subagia Negara yang tinggal di Denpasar.

Subagia pun bergegas ke Pura, dan dipastikan jika Pura yang diemponnya itu telah disatroni maling. Karena Pretima Pura serta beberapa benda sakral lainnya sudah tidak ada. Demikian pula bagian pintu Gedong terdapat bekas congkelan.

Baca Juga:  Tabrak Baliho, Sopir Bus Tewas di Tempat

“Saya diberitahu Pemangku Pura via telpon. Saya pastikan pura kami ini jadi korban pencurian dan saya langsung lapor ke Mapolsek Gianyar,” ungkapnya.

Kapolsek Kota Gianyar, Kompol IGN Yudistira membenarkan ada pencurian tersebut. Pihaknya sudah menurunkan tim serta tim Identifikasi Polres Gianyar.

Dari hasil oleh TKP sementara, diduga pelaku mengambil pretima tersebut dengan cara mendobrak atau merusak pintu tempat penyimpanan pretima.

Baca Juga:  6 KK di Desa Adat Panglan Disanksi “Kanorayang”

Lanjut dia, kuat dugaan jika pelaku beraksi di malam hari. “Sejumlah keterangan saksi sudah kami kumpulkan untuk penyelidikan lebih lanjut,” terangnya.

Dari pendataan sementara, barang yang hilang berupa pretima, sejumlah bunga emas. Kerugian material sedikitnya Rp 75 juta.

“Atas kejadian yang kesekian kalinya ini, kami harapkan masyarakat juga proaktif melakukan langkah-langkah antisipasi. Setidaknya tradisi lakemitan diaktifkan lagi,” harapnya. (jus/kb)